Kamis, 11 November 2010

TULISAN 2 PENGANTAR BISNIS

SEANDAINYA SAYA MENJADI PENGUSAHA, APA YANG SAYA AKAN LAKUKAN?
Wah.. sepertinya judul di atas memaksa saya untuk mengkhayal, seandainya..hmm . seandainya saya jadi pengusaha yang akan saya lakukan adalah ;
1. Bersyukur kepada Allah swt atas segala sesuatu yang Allah berikan kepada saya.
2. Membahagiakan kedua orang tua saya.
3. Menjalin silahturahmi yang baik dengan teman.
4. Membantu orang yang tidak mampu
5. Mensejahterakan para karyawan saya,
Dan mungkin masih ada no 6 , 7 , 8 , 9 atau sampai seterusnya. Kalau ditanya pertanyaan seperti ini . sebenarnya kata seandainya itu membuat kita berandai andai, seandainya begini, seandainya begitu. Apa boleh kita berandai – andai? Tentu boleh, kenapa tidak? Justru dengan berandai andai dapat memacu kita untuk mencapai suatu yang kita khayalkan. Beberapa tahun lagi semoga saya jadi pengusaha sungguhan. Tidak perlu berkhayal atau memakai kata seandainya kata itu akan saya ganti menjadi saya adalah pengusaha.
HIDUP BAHAGIA DENGAN WIRAUSAHA
Wirausaha berarti berusaha , ya namanya wirausaha pasti harus usaha dan harus berusaha. Mungkin pertama kita harus memikirkan usaha apa yang cocok dengan kita. Pilihan banyak, tetapi kita harus pintar memilih dan memikirkannya dengan baik, kaarena belum tentu dengan usaha kita dapat hidup bahagia, terkadang banyak kemungkinan kemungkinan negative yang membuat kita bahagia. Kembali ke diri kita sendiri yang harus berfikir matang matang usaha apa yang akan kita bangun, dan ke seriusan kita dalam mengelola usaha kita dapat mewujudkan hidup bahagia dengan berwirausaha, karena usaha lancer, dan hidup kita pun makmur berkat usaha dan jerih payah kita sendiri.

BELAJAR HIDUP MANDIRI
Di dalam kehidupan ada pilihan. Mau pilih jalan yang baik atau jalan yang tidak baik (sesat). Maupun dalam belajar hidup mandiri, disitu pun ada pilihan. Mau pilih hidup mandiri atau hidup mengandalkan orang lain.
Sebenernya manusia hidup ketergantungan, artinya bergantung pada orang lain, bohong kalau manusia merasa bias melakukan segala sesuatunya sendiri. Tetapi hiudp mandiri itu penting, walaupun sulit kita harus belajar. Karena dengan mandiri kita tidak usah merepotkan orang lain, kita pasti butuh bantuan tetapi setidaknya kita bias melakukan sesuatu untuk diri kita itu mandiri.


MULAILAH BELAJAR HIDUP MANDIRI!

PERNAHKAH SwaraMuda semua berpikir sejenak akan kerjakeras bokap serta nyokap? Kerjakeras membanting tulang, memeras keringat hanya untuk mengongkosi biaya sekolah atau kuliahmu. Boleh dibilang, mereka tidak ada rasa patah semangat untuk mencari harta itu. Sebagai timbal balik, mestinya kamu bersyukur pada Tuhan lebih-lebih buat ortu: setidaknya dengan rajin belajar maupun torehan-torehan prestasi akademik juga non-akademik.

Prestasi yang membanggakan itu barangkali menjadi tebusan dari kerjakeras mereka. Tentu, mereka bahagia manakala anaknya berprestasi. Sebaliknya, ortu akan murka jika selain kamu telah menghabiskan harta bendanya, berani kepadanya dan sama sekali tidak berprestasi.

Hari berganti hari, bulan pun silih berganti, tahun berganti tahun: usia kamu pasti semakin tambah dewasa. Yang kelas X, setahun kemudian bakal naik kelas XI, selanjutnya kelas XII. Lulus dari SMA masuk ke perguruan tinggi: semester I hingga dan seterusnya. Itulah fase kehidupan yang pasti kamu alami.

Ketika makin tambah gedhe alias dewasa sudah selayaknya kamu memulai hidup mandiri. Artinya, ortu pasti nggak akan nglupain ongkos pendidikan kamu. Namun, alangkah lebih afdol-nya jika mulai sekarang ngumpulin duit dari jerih payah sendiri. Hal itu sebagai bekal saat kamu lulus nantinya. Apalagi saat ini mencari pekerjaan tak semudah yang kamu bayangkan. Jumlah lapangan pekerjaan tak sebanding dengan yang pencari pekerjaan: banyak yang mau cari kerja daripada lapangan pekerjaannya.

sumber : mustaqimmenulis.blogspot.com

KONSEP BELAJAR MANDIRI

Belajar di bidang formal tidak selalu menyenangkan. Apalagi jika Anda harus belajar dengan terpaksa . Misalnya, Anda harus belajar karena itulah satu-satunya cara untuk lulus, mendapat pekerjaan atau bahkan kenaikan pangkat. Contoh lain dari keterpaksaan adalah bila Anda menyukai belajar di kelas dengan bimbingan dosen, sedangkan Anda terpaksa kuliah di Universitas Terbuka (UT) yang mempunyai sistem belajar jarak jauh.

Menghadapi keterpaksaan untuk belajar jelas bukan hal yang menyenangkan. Tidak akan mudah bagi seseorang untuk berkonsentrasi belajar jika ia merasa terpaksa. Oleh karena itu, Anda perlu mencari jalan bagaimana agar belajar menjadi hal yang menyenangkan, atau …. walaupun tetap terpaksa, tapi dapat menjadi lebih mudah dan efektif.

Para ahli di bidang pendidikan mencoba mengembangkan teori mengenai gaya belajar sebagai cara untuk mencari jalan agar belajar menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. Sebagaimana kita ketahui, belajar membutuhkan konsentrasi. Situasi dan kondisi untuk berkonsentrasi sangat berhubungan dengan gaya belajar Anda. Jika Anda mengenali gaya belajar Anda, maka Anda dapat mengelola pada kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana Anda dapat memaksimalkan belajar Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar